PT. Camar Indah Jaya Perkasa

fingerprint adalah

Pengertian Fingerprint dan Kegunaannya untuk Absensi

Seiring berkembangnya teknologi, sistem absensi tradisional kini mulai ditinggalkan dan beralih ke teknologi fingerprint yang lebih modern dengan fitur-fitur yang lebih canggih. Fingerprint adalah teknologi access control biometrik dengan mengidentifikasi pola sidik jari yang kemudian disimpan untuk memverifikasi identitas seseorang. 

Teknologi dari mesin ini sendiri masih banyak digunakan untuk absensi karena menawarkan berbagai manfaat dan kemudahan bagi perusahaan maupun karyawan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang fingerprint, mari simak ulasan di bawah ini. 

Apa itu Fingerprint?

Absensi fingerprint adalah teknologi yang memanfaatkan biometrik untuk merekam pola unik pada sidik jari tangan. Pola ini kemudian disimpan dan digunakan untuk proses identifikasi. Pada saat prosesnya, sidik jari setiap karyawan akan dicocokkan dengan data yang telah direkam sebelumnya untuk verifikasi. 

Teknologi ini sebenarnya sudah lama digunakan sejak abad ke-19 sebagai sistem keamanan untuk akses terbatas. Hal ini dikarenakan sejak tahun 1969 FBI telah memanfaatkan sidik jari dalam operasionalnya. Adapun untuk saat ini, sidik jari telah diadopsi oleh berbagai perusahaan dalam absensi karyawan serta diaplikasikan pada berbagai perangkat, seperti brankas, kunci pintu, dan lainnya. 

Jenis-Jenis Sensor Fingerprint

Cara kerja mesin ini membutuhkan sensor yang berfungsi untuk merekam setiap guratan unik yang ada di setiap pola sidik jari. Sementara ada beberapa jenis sensor fingerprint yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan menggunakan mesin absensi satu ini.

1. Optik

Cara kerja sensor optik mesin absensi fingerprint adalah dengan mengambil gambar sidik jari menggunakan cahaya. Sensor ini mampu mendeteksi perbedaan permukaan jari yang terang dan gelap. Adapun analogi yang tepat dari fungsi fingerprint adalah seperti cap sidik jari yang dipengaruhi oleh kualitas resolusi. 

Semakin tinggi resolusinya, maka detail sidik jarinya juga semakin akurat. Meski begitu, sensor optik ini juga memiliki kelemahan, yaitu hanya mampu menangkap gambar dua dimensi yang membuat keamanannya cukup rendah. 

2. Kapasitif

Sensor selanjutnya dari fingerprint adalah kapasitif.  Sensor ini bekerja dengan menggunakan sekumpulan kapasitor kecil untuk menangkap guratan sidik jari. Saat jari menyentuh permukaan sensor, guratannya akan mengubah nilai kapasitansi pada masing-masing kapasitor. Perubahan nilai kapasitansi ini kemudian diubah menjadi sinyal elektrik dan diproses oleh sirkuit elektronik untuk menghasilkan citra sidik jari.

Dibandingkan dengan sensor sidik jari optik yang menggunakan kamera untuk menangkap gambar sidik jari, sensor kapasitif menawarkan beberapa kelebihan, yaitu:

  • Lebih tahan terhadap goresan dan kotoran.
  • Lebih hemat daya karena tidak memerlukan pencahayaan seperti sensor optik.
  • Lebih murah daripada sensor optik.

Meski begitu, sensor kapasitif juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya adalah:

  • Tidak dapat membaca sidik jari yang basah atau berminyak.
  • Rentan terhadap interferensi elektromagnetik.
  • Resolusi gambar sidik jari yang dihasilkan oleh sensor kapasitif umumnya lebih rendah daripada sensor optik.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Vanderbilt Bluetooth Low Energy Readers

3. Ultrasonik

Terakhir, ada sensor ultrasonik yang memiliki cara kerja dan keunggulan tersendiri dibandingkan jenis sensor lainnya. Sensor ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membaca dan mempetakan pola sidik jari. Gelombang ultrasonik ini dipancarkan oleh transducer dan diterima kembali setelah memantul dari permukaan jari. 

Hal ini akan menghasilkan perbedaan waktu antara emisi dan penerimaan gelombang yang mana digunakan untuk membuat gambar 3D sidik jari. Selanjutnya, gambar 3D sidik jari akan dicocokkan dengan data yang tersimpan.

Dibandingkan dengan sensor kapasitif yang mengandalkan sentuhan fisik, sensor ultrasonik menawarkan beberapa keunggulan, seperti keamanan tinggi, tahan dengan kondisi lingkungan, lebih cepat, dan akurat. Kendati demikian, sensor ini juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu biaya lebih mahal, ukuran besar, dan keterbatasan material. 

Kelebihan Fingerprint

Mesin absensi fingerprint memiliki kelebihan dalam mencegah terjadinya kecurangan, seperti karyawan yang ingin titip absen. Sistem ini secara tidak langsung juga akan meningkatkan disiplin dan rasa tanggung jawab karyawan karena mengharuskan mereka datang tepat waktu. Hal ini dikarenakan data absensi sidik jari tidak dapat dipalsukan.

Selain itu, penggunaan fingerprint untuk absensi karyawan juga dinilai praktis karena setiap orang memiliki sidik jari yang berbeda-beda, sehingga memudahkan dalam identifikasi dan verifikasi kehadiran karyawan.

Kekurangan Fingerprint

Sayangnya, teknologi mesin fingerprint masih mempunyai beberapa kekurangan yang perlu Anda pertimbangkan berikut ini.

1. Salah Identifikasi

Setiap individu memiliki sidik jari dan pola iris unik sehingga menjadikannya ciri khas yang spesifik. Penerapan sistem absensi sidik jari di perusahaan memang menawarkan kemudahan dan keamanan. Namun, tak jarang terjadi kesalahan identifikasi yang dapat menimbulkan kerugian bagi karyawan.

Kesalahan identifikasi sidik jari pada mesin absensi dapat menyebabkan berbagai masalah. Misalnya, karyawan yang absen mungkin tercatat hadir, dan sebaliknya. Hal ini tentu dapat mengakibatkan ketidaksesuaian data kehadiran dan mengganggu sistem penggajian.

2. Perawatan Mahal

Dikarenakan dia menggunakan mesin, maka sistem fingerprint memang bukan teknologi yang murah. Selain harga perangkatnya yang mahal, teknologi ini juga membutuhkan perawatan rutin yang cukup menguras kantong.

Baca juga: Perbedaan Antara Smartlock dan Access Control

Cara Kerja Fingerprint 

Proses identifikasi fingerprint dimulai dengan menempelkan jari pada sensor khusus. Sensor ini kemudian akan memindai permukaan jari untuk menangkap pola sidik jari yang unik. Pola ini terdiri dari berbagai macam bentuk, seperti garis putus (ridge ending), percabangan (bifurcation), dan garis pendek (short ridge). Detail-detail inilah yang membedakan setiap individu.

Data hasil pemindaian sidik jari selanjutnya diolah oleh algoritma yang akan menerjemahkan pola garis dan lekukan menjadi representasi digital atau template. Selanjutnya, template ini akan disimpan dalam database untuk digunakan sebagai acuan di masa depan.

Saat verifikasi identitas, sidik jari yang dipindai kembali akan dicocokkan dengan template tersimpan. Kemudian, algoritma akan menganalisis kesamaan pola dan detail lalu menghitung tingkat kemiripannya. Jika tingkat kemiripannya mencapai ambang batas yang ditentukan, maka identitas individu tersebut diverifikasi dan akses diberikan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa fingerprint adalah teknologi revolusi dari sistem absensi yang kurang akurat dan efisien. Apabila Anda ingin mencoba langsung teknologi fingerprint, kami punya solusi terbaiknya untuk Anda.

Langsung saja kunjungi katalog kami dan temukan produk Access Control terbaik sesuai kebutuhan Anda. Kemudian, jangan ragu konsultasikan secara gratis dengan tim ahli kami untuk mendapatkan informasi lengkapnya 

Bagikan artikel ini ke:

Dapatkan Dukungan

Ada Pertanyaan? Yuk, Hubungi Kami!

*Customer service tersedia selama 24 jam