Seiring dengan perkembangan ekonomi Indonesia yang masih belum jelas, bisnis di setiap sektor merasakan tekanannya. Harga bahan baku, persediaan, dan kebutuhan operasional terus meningkat bahkan terkadang terjadi secara tak terduga.
Namun, sementara para eksekutif dan manajer fokus pada gangguan rantai pasokan dan perencanaan keuangan, ada masalah penting lain yang tidak boleh diabaikan, yaitu pengendalian keamanan fisik.
Ketika harga barang naik, kejahatan sering kali mengikutinya. Pencuri, perusak, dan penjahat oportunis dengan cepat menyadari ketika aset bernilai tinggi menjadi semakin berharga. Dalam iklim ekonomi di mana biaya penggantian melonjak dan rantai pasokan tertekan, bahkan satu insiden pencurian atau perusakan dapat memiliki konsekuensi yang menghancurkan.
Sayangnya, banyak bisnis bereaksi terlalu lambat. Beberapa berasumsi bahwa pengetatan anggaran berarti memangkas layanan atau menunda peningkatan teknologi. Namun, ini adalah pertaruhan yang berbahaya. Pada kenyataannya inilah saat yang tepat ketika investasi dalam keamanan fisik menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Mengapa Iklim Ekonomi Dapat Meningkatkan Risiko Pengendalian Keamanan Fisik?
Tekanan ekonomi telah lama dikaitkan dengan peningkatan kejahatan properti. Meskipun secara keseluruhan tingkat kejahatan properti menunjukkan tren penurunan, kategori tertentu mengalami peningkatan yang signifikan.
Misalnya, insiden pencurian toko, dan pencurian kendaraan bermotor meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa jenis kejahatan properti tertentu menjadi lebih umum, berpotensi didorong oleh tekanan ekonomi – yang membuat pengendalian keamanan fisik menjadi perhatian yang lebih besar.
Ketidakpastian perekonomian menambah lapisan risiko lain bagi bisnis. Sebagai tanggapan, banyak bisnis telah melakukan penimbunan barang untuk mengurangi dampak kenaikan harga di masa mendatang. Hal ini mengakibatkan penyimpanan persediaan berharga dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang lama.
Praktik ini secara tidak sengaja menciptakan lebih banyak peluang untuk pencurian, karena tumpukan barang tersebut menjadi target menarik bagi para penjahat. Ketidakpastian kebijakan tarif oleh Kementerian Keuangan membuat bisnis cukup kesulitan untuk merencanakan secara efektif, yang semakin mempersulit upaya mereka untuk mengamankan aset.
Baca juga: 5 Strategi Jitu Tingkatkan Keamanan Fisik di Infrastruktur Energi
Dampak Kebijakan Ekonomi Terhadap Berbagai Sektor
Tarif bea cukai maupun luar negeri juga berdampak pada berbagai industri di Indonesia. Kebijakan yang ada sekarang menyebabkan peningkatan biaya dan kekhawatiran keamanan yang lebih besar. Berikut adalah bagaimana sektor-sektor tertentu terpengaruh.
1. Industri Konstruksi
Sektor konstruksi sedang bergulat dengan kenaikan biaya material akibat tarif impor berpengaruh terhadap harga bahan baku konstruksi, seperti baja dan logam impor. Selain itu, ketidakpastian regulasi impor menyebabkan penundaan proyek dan meningkatkan biaya logistik. Penundaan proyek membuat lokasi konstruksi rentan terhadap pencurian dan vandalisme.
2. Dealer Otomotif
Dealer otomotif di Indonesia menghadapi tantangan dengan tiga kategori struktur tarif yang ditetapkan pemerintah (0%, 15%, dan 25%) untuk berbagai barang impor. Secara umum kendaraan Completely Built-Up (CBU) dikenakan tarif tinggi untuk melindungi industri lokal.
Dampaknya, mobil impor yang bukan rakitan lokal cenderung memiliki harga lebih tinggi karena tarif dan pajak barang mewah (PPnBM) yang dibebankan saat masuk pasar. Kemudian, dealer yang lebih fokus pada produk impor lebih rentan terhadap volatilitas kebijakan tersebut.
Faktor tersebut meningkatkan nilai inventaris di tempat, sehingga dealer menjadi target pencurian yang lebih menarik. Hal ini memaksa dealer untuk menilai kembali langkah-langkah keamanan mereka.
3. Pengembangan Perumahan
Tarif impor bahan bangunan meningkatkan biaya konstruksi untuk perumahan multi-unit. Akibatnya berpotensi menyebabkan kenaikan harga jual, harga sewa, dan penundaan proyek. Penundaan ini berdampak pada proses pembangunan yang belum selesai sepenuhnya, yang rentan terhadap akses tanpa izin dan kerusakan.
Para pengembang didesak untuk meningkatkan keamanan lokasi proyek guna melindungi investasi selama masa-masa yang tidak pasti ini.
4. Pusat Perbelanjaan
Tarif impor memicu kenaikan biaya barang masuk, yang sering kali dialihkan ke harga jual. Tekanan ini membuat peritel tenant harus menghadapi penyesuaian harga, yang dapat menyebabkan penumpukan persediaan dan peningkatan pencurian.
Berdasarkan analisis makro ekonomi dari INDEF (Institute for Development of Economics and Finance), kebijakan tarif impor tidak berdampak drastis terhadap harga. Namun, ketidakpastian yang terkait memerlukan langkah-langkah keamanan yang waspada untuk melindungi barang dagangan dan menjaga kepercayaan konsumen.
Pada akhirnya, tarif menciptakan tekanan ekonomi di berbagai industri, secara tidak sengaja meningkatkan pentingnya pengendalian keamanan fisik. Perusahaan harus secara proaktif mengatasi tantangan ini untuk melindungi aset mereka dan memastikan keberlangsungan operasional.
Baca juga: Bisakah Otomatisasi Sistem Kontrol Akses Mengurangi Biaya Operasional?
Saatnya Mengambil Langkah-Langkah Pengendalian Keamanan Fisik yang Proaktif
Bisnis tidak bisa hanya bersikap “tunggu dan lihat”. Menerapkan langkah-langkah keamanan fisik yang kuat dan proaktif dapat membantu mencegah pelaku kejahatan sebelum mereka beraksi. Selain tetap mempertahankan pendekatan tradisional seperti pagar, kunci, dan penerangan, solusi keamanan modern yang efektif juga perlu ditambahkan seperti:
- Pemantauan Vide Langsung: Pengawasan real-time dapat mendeteksi dan menanggapi aktivitas mencurigakan sebelum meningkat.
- Sistem Access Control: Mengelola siapa yang dapat memasuki fasilitas dan kapan membantu meminimalkan risiko internal serta ancaman eksternal.
- Pengawasan Terintegrasi: Bagi bisnis dengan lingkungan yang selalu berubah, seperti lokasi konstruksi atau fasilitas terpencil, pengawasan yang terintegrasi dengan AI memberikan fleksibilitas dalam pemantauan tanpa perlu melakukan patroli sesering mungkin.
Selain membantu mencegah kejahatan, langkah-langkah keamanan yang kuat dapat membantu bisnis mempertahankan cakupan asuransi, menurunkan premi, dan mengurangi tanggung jawab jika terjadi insiden.
Tidak ada yang tahu pasti bagaimana putaran tarif dan pergeseran ekonomi berikutnya akan terjadi. Tetapi satu hal yang pasti, bisnis yang mengabaikan pengendalian keamanan fisik akan menerima risikonya sendiri.
Dalam iklim yang bergejolak ini, melindungi aset, karyawan, dan operasional harus tetap menjadi prioritas utama. Dengan tetap proaktif, perusahaan akan lebih baik dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan mencegah dari sasaran empuk ketika taruhannya lebih tinggi dari sebelumnya.
Baca juga: Pertimbangan Dalam Menentukan Jumlah Detektor Asap di Properti Komersial
Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana perangkat AI kami mampu membantu Anda dalam pengendalian keamanan fisik yang komprehensif. Konsultasikan segala masalah keamanan bisnis Anda dengan menghubungi tim ahli Camarjaya hari ini juga. Mau demo produk atau survey lokasi, gratis!
Sumber:
https://www.securitymagazine.com/articles/101859-in-an-uncertain-economy-security-is-a-necessity-not-an-afterthought
https://newmarksecurity.com/insights/how-to-get-physical-security-right-in-an-increasingly-unpredictable-world/
https://ecam.com/security-blog/looming-tariffs
