PT. Camar Indah Jaya Perkasa

Pengertian access control

Kenali Apa Itu Access Control: Definisi dan Fungsinya

Pernahkah kalian, ketika ingin memasuki suatu ruangan lalu terdapat alat elektronik yang mengharuskan untuk dilakukan pengecekan sebelum dapat masuk ke tempat yang dituju? Nah alat tersebut merupakan produk dari access control. Ini adalah suatu sistem yang saat ini banyak dibutuhkan untuk memberikan perlindungan ekstra bagi karyawan atau tamu agar tetap merasa aman. 

Dari berbagai alat yang ada, access control adalah sebuah teknologi sistem keamanan yang masih tergolong baru. Lantas apa fungsi dari alat ini? Untuk lebih detailnya, simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Access Control

Access Control system merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengatur, memantau dan mengelola akses fisik agar dapat masuk ke dalam suatu area seperti pusat perbelanjaan, kantor, hotel, sistem komputer maupun sumber daya lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa hanya orang atau entitas yang memiliki kewenangan untuk dapat mengakses sumber daya. 

Teknologi tersebut melibatkan berbagai metode untuk memastikan keamanan sistem informasi, seperti token keamanan, kata sandi, kartu pintar, dan otentikasi biometrik. Penggunaan sistem access control ini juga dapat membantu organisasi dalam menjaga keamanan, meminimalisir risiko kebocoran informasi dan mencegah akses yang dicurigai tidak sah. 

Komponen Teknologi Pada Access Control

Dalam akses kontrol terdapat teknologi maupun fitur-fitur canggih yang dapat digunakan untuk mengatur hak akses sebelum dapat memasuki area tertentu. Berikut ini adalah komponen teknologi yang umum terdapat pada access control system:

  1. Card Reader atau Sensor Biometrik

    Card Reader (pembaca kartu) atau disebut juga dengan sensor Biometrik ini memiliki fungsi untuk membaca kartu akses atau mendeteksi identifikasi biometrik seperti sidik jari, wajah, atau sensor mata.

  2. Controller Access

    Teknologi ini merupakan unit pusat yang mengatur segala proses autentikasi dan otorisasi. Dengan akses controller ini Anda dapat mengelola dan mengontrol aliran informasi, serta sistem manajemen akses. Unit ini juga bertanggung jawab dalam membuat keputusan akses berdasarkan informasi yang didapatkan dari pembaca akses.

  3. Card Access

    Identifikasi fisik yang diberikan kepada pengguna atau tamu untuk dapat masuk maupun mengakses area yang mendapat pengawasan dan penjagaan. Biasanya teknologi ini berupa kartu pintar (smart card), kartu proximity, atau token akses lainnya.

  4. Software Management Access

    Software management access adalah sebuah perangkat lunak yang biasanya dipakai untuk mengatur dan mengelola pengguna, melakukan otorisasi, serta kebijakan akses. Sistem ini memungkinkan Anda atau pihak keamanan sebagai administrator untuk mengatur hak akses hingga melacak aktivitas aksesnya. 

  5. Face, Fingerprint, or Iris Recognition

    Jika Anda menggunakan teknologi biometrik, komponen ini akan secara otomatis memproses dan membandingkan beberapa ciri unik, seperti wajah, sidik jari, atau iris (sensor mata) pengguna untuk dilakukan otorisasi.

Baca juga: Kenali Apa Perbedaan Access Control dan Smart Lock

Fungsi Access Control Untuk Keamanan

Sistem akses kontrol memiliki beberapa fungsi utama yang sangat penting dalam berkontribusi untuk meningkatkan keamanan suatu area maupun fasilitas. Berikut adalah fungsi access control untuk keamanan :

  1. Pengendalian Access Fisik

    Access Control dapat dipergunakan untuk mengatur siapa saja yang dapat masuk atau mengakses suatu area. Hanya orang-orang tertentu yang memiliki hak akses yang diperbolehkan untuk mengakses area tersebut.

  2. Verifikasi Identitas

    Penggunaan Access Control bisa memastikan bahwa individu yang mencoba masuk ke area tertentu benar-benar orang yang mereka klaim sebagai pemilik akses yang sah melalui metode seperti kartu akses, sidik jari, wajah, atau iris.

  3. Pengaturan Hak Akses

    Sistem ini memungkinkan administrator untuk menentukan tingkat akses yang berbeda-beda bagi setiap individu atau kelompok. Misalnya, hanya karyawan atau orang tertentu saja yang diizinkan masuk ke ruang server.

  4. Pemantauan Aktivitas

    Sistem Access Control juga berguna untuk mencatat dan melacak aktivitas pengguna, termasuk waktu masuk, keluar, dan area yang diakses. Ini dapat membantu dalam melacak jejak digital dan memantau kegiatan pengguna.

  5. Pelaporan dan Audit

    Access control mampu membuat laporan tentang aktivitas pengguna, termasuk upaya akses yang gagal dan berhasil. Hal ini memungkinkan administrator untuk mengaudit keamanan dan deteksi potensi terjadinya pelanggaran.

  6. Notifikasi Keamanan

    Sistem ini terdapat notifikasi secara real-time (secara langsung) apabila terdeteksi ada aktivitas yang dianggap mencurigakan.

  7. Pengelolaan Jarak Jauh

    Dalam beberapa sistem Access Control, administrator dapat mengelola akses dari jarak jauh, mengubah hak akses, atau memberikan izin masuk sementara kepada pihak tertentu.

  8. Mencegah Kehilangan atau Pencurian Data

    Dengan membatasi akses ke area tertentu dengan informasi yang sensitif, sistem akses kontrol dapat membantu mencegah akses tidak sah yang dapat menyebabkan kehilangan atau pencurian data.

  9. Pencegahan Kriminalitas

    Keberadaan teknologi ini memberikan kontrol tersendiri yang dapat menjadi penghalang bagi potensi pelaku kejahatan serta mengurangi resiko pencurian atau kejahatan lainnya.

  10. Perlindungan Fisik

    Dengan memastikan hanya pihak yang di otorisasi yang bisa masuk ke area tertentu, sistem ini bisa membantu dalam melindungi aset fisik, peralatan, dan juga infrastruktur.

Baca juga: Apa Saja Keunggulan Menggunakan Sistem Akses Kontrol Berbasis Cloud

Contoh Penggunaan Teknologi Access Control

Teknologi access control sebenarnya bisa kita temukan dalam aktivitas sehari-hari. Berikut ini beberapa contoh penggunaan teknologinya sejauh ini.

1. Fingerprint

Buat para karyawan mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya fingerprint. Ini adalah sebuah perangkat keamanan yang menggunakan metode biometrik untuk proses identifikasi. Sistem ini terdapat dua komponen utama, yaitu:

  • Pemindai sidik jari (fingerprint scanner): umumnya digunakan untuk membaca dan mengambil pola gambar pada sidik jari.
  • Perangkat proses (processing device): digunakan untuk menganalisa dan membandingkan antara pola sidik jari dengan data yang tersimpan pada database.

2. Access Door

Contoh yang satu ini biasanya digunakan dalam sistem keamanan dan mengontorol akses ke beberapa area terbatas. Access door ini sudah dilengkapi dengan sistem keamanan untuk proses identifikasi dan otentikasi pengguna sebelum diizinkan melewati pintu tersebut. Ada beberapa teknologi yang umum digunakan pada sistem access door ini, diantaranya adalah kunci fisik atau kartu, kartu akses yang berisi data informasi pengguna secara terenkripsi, kunci elektronik (keypad) yang mengharuskan memasukkan kode akses, dan pemindaian biometrik (sidik jari dan wajah) untuk proses verifikasi identitas pengguna.

3. RFID

RFID atau Radio Frequency Identification merupakan teknologi untuk mengidentifikasi dan melacak suatu objek dengan menggunakan gelombang radio. Sistem ini terdiri dari pembaca RFID yang berisi chip atau antena untuk berkomunikasi dengan pembaca RFID dan menyimpan informasinya. Penggunaan tag ini bisa ditanam atau ditempelkan pada objek atau produk tertentu, dimana setiap tag-nya memiliki identifikasi unik.

4. Exit Button

Exit button atau tombol exit merupakan perangkat fisik dalam sistem kontrol akses dan keamanan yang berguna untuk memudahkan pengguna keluar dari suatu bangunan. Selain itu, tombol exit juga bisa difungsikan sebagai mekanisme yang memungkinkan seseorang bisa lebih mudah dan cepat membuka pintu gerbang untuk keluar. Jadi, saat tombol ini ditekan, sinyal elektronik akan mengirimkan perintah ke sistem access control untuk segera membuka pintu.

Dari pembahasan di atas, maka access control adalah salah satu bagian penting dalam manajemen gedung. Temukan berbagai produk access control di katalog Camarjaya atau Anda bisa berkonsultasi secara gratis untuk mendapatkan produk yang tepat.

Bagikan artikel ini ke:

Dapatkan Dukungan

Ada Pertanyaan? Yuk, Hubungi Kami!

*Customer service tersedia selama 24 jam