Sistem pengenalan wajah atau face recognition tentunya sudah sering Anda dengar, bukan? Selain digunakan untuk akses absensi para pekerja, sistem ini kini dapat dimanfaatkan untuk melacak orang hilang. Teknologi biometrik ini memungkinkan operator untuk mengidentifikasi orang yang muncul dalam video.
Dengan semakin berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI), aplikasi pengenalan wajah tentu semakin luas. Namun, terkadang masih banyak masyarakat yang masih belum paham bagaimana memilih dan solusi pengenalan wajah yang tepat untuk sistem keamanan bisnis Anda.
Dalam artikel ini, kami akan menjabarkan apa yang harus Anda perhatikan ketika akan mempertimbangkan untuk menggunakan sistem pengenalan wajah di perusahaan Anda. Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Seperti Apa Aplikasi Face Recognition yang Andal untuk Keamanan dan Access Control?
Apa Itu Sistem Pengenalan Wajah?
Sistem pengenalan wajah adalah jenis teknologi biometrik yang mampu mengidentifikasi wajah seseorang dengan cepat. Menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah, operator dapat mengekstrak fitur wajah dari dalam video langsung atau rekaman. Sistemnya akan membandingkannya dengan basis data atau daftar pantauan gambar digital (atau fitur wajah yang diekstrak) dari orang-orang yang dicari.
Jika wajah cocok dengan daftar seseorang dalam daftar pantauan, peringatan real-time dapat dipicu secara otomatis untuk memberitahu staf keamanan. Kemudian akan dilanjutkan dengan menilai kecocokan tersebut untuk memastikan keakuratannya dan menentukan cara merespon.
Selain itu, beberapa solusi pencocokan wajah beroperasi menggunakan “daftar putih” orang yang berwenang. Jika orang yang berwenang terdeteksi, peringatan akan segera dipicu.
Selain mendeteksi potensi ancaman atau memvalidasi individu yang berwenang, teknologi pencocokan wajah dapat digunakan untuk menemukan orang hilang, mengidentifikasi dan menghitung orang di lingkungan ritel, serta mempercepat investigasi pasca kejadian. Meskipun solusi ini secara tradisional dioperasikan oleh penegak hukum atau profesional keamanan fisik seperti Camarjaya, namun seiring perkembangan teknologi, sistem pengenalan wajah menjadi lebih mudah diakses, lebih andal, dan akurat – sehingga lebih banyak diadopsi.
Intinya, teknologi pengenalan wajah adalah teknologi penting yang mengadopsi kamera ultra-high-definition dengan berbagai jenis dan aplikasi. Hal ini memungkinkan orang yang dicurigai dipantau secara proaktif atau ditindaklanjuti dengan cepat tergantung pada situasinya.
1. Jenis Pengenalan Wajah
Pasar teknologi pengenalan wajah terus berkembang dan bertumbuh pesat di seluruh dunia. Namun, tidak semua teknologi pengenalan wajah diciptakan sama, dan tidak semuanya dapat diterapkan untuk setiap situasi.
Karena alasan tersebut, penting bagi Anda untuk memahami bahwa pengenalan wajah dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
- Solusi untuk skenario access control kooperatif
- Solusi untuk skenario pengawasan non-kooperatif, atau “di lapangan”.
Access control merujuk pada implementasi yang mengatur masuknya orang-orang tertentu ke area terbatas. Misalnya, untuk melindungi aset brankas bank atau gudang, pengunjung mungkin diharuskan melewati area pengenalan wajah untuk memverifikasi identitas mereka.
Sementara sistem pengenalan wajah “di lapangan” mencakup pencocokan wajah menggunakan kamera video CCTV yang ditujukan untuk memantau suatu area. Jenis pengenalan wajah ini lebih menantang karena subjek tidak selalu melihat ke kamera. Kamera mungkin tidak diposisikan secara optimal, atau tidak memberikan resolusi yang cukup tinggi untuk memastikan tingkat akurasi yang tinggi.
2. Jenis Pencocokan Pengenalan Wajah
Selain dua skenario akuisisi wajah tersebut, ada 3 cara untuk mencocokan wajah yang diperoleh dengan gambar referensi. Dalam pengaturan kontrolnya, seseorang biasanya memberikan sistem objek pengenal (seperti kartu identitas atau foto) yang memberitahu sistem referensi wajah mana yang harus dicocokkan dengan orang tersebut.
Jenis pengenalan wajah ini disebut 1-to-1 matching atau “verifikasi”, karena wajah yang diperoleh dicocokkan dengan satu gambar referensi yang telah ditentukan sebelumnya.
Jika sistem tidak memiliki data pengenal sebelumnya tentang orang yang akan dikenali, sistem harus mencoba mencocokkan wajah dengan seluruh daftar pantauan. ini disebut dengan 1-to-Many. Pencocokan ini dapat digunakan dalam apa yang disebut industri sebagai access control tanpa hambatan”.
Seseorang dalam daftar akses yang disetujui dapat melewati titik-titik tertentu tanpa harus berhenti untuk dipindai seperti pada access control tradisional. Pencocokkan 1-to-many juga ideal digunakan “di lapangan”, yang umumnya digunakan saat mencari orang hilang.
Kategori terakhir dari pencocokan sistem pengenalan wajah adalah Many-to-Many. Ini adalah bentuk pencocokan wajah yang paling anonim karena sistem hanya menganalisis satu gambar anonim dan mengidentifikasinya kembali. Fungsi penting dari jenis pencocokan wajah lainnya adalah untuk aplikasi intelijen bisnis tertentu seperti memahami jumlah pengunjung unik di lokasi ritel.
Baca juga: Tahukah Anda Perbedaan Face Recognition vs Face Detection?
Keterbatasan Sistem Pengenalan Wajah dan Cara Mengatasinya
Sistem pengenalan wajah sangat berharga untuk mengidentifikasi orang yang dicurigai dalam video. Namun, teknologi ini tidak selalu dapat digunakan. Pertama dan terpenting, beberapa negara tidak mengizinkan aplikasi pengenalan wajah karena aturan privasi.
Namun, meski di tempat yang dapat digunakan sekalipun, kamera pengawas video seringkali menangkap wajah di tempat terbuka, dalam kondisi kurang ideal. Dalam beberapa kasus, kamera yang terpasang tidak ditempatkan secara optimal atau tidak merekam video dengan resolusi yang cukup tinggi untuk memungkinkan mendeteksi pengenalan wajah.
Dalam kasus lain, subjek mungkin membelakangi kamera, memiliki sebagian wajah yang terhalang, atau mereka mungkin berjalan cepat dalam kondisi cahaya yang redup. Semua itu mengganggu kemampuan kamera untuk menangkap wajah secara akurat. Tanpa kondisi optimal, teknologi tersebut tidak selalu dapat memberikan hasil yang diinginkan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Camarjaya menghadirkan perangkag berbasis AI dengan kemampuan pengenalan wajah yang akurat, yaitu Xenus CCTV AICAM-BRC8. Kamera face recognition yang dapat mendeteksi hingga 32 wajah dalam satu frame, 100.000 face records, 50.000 database wajah, dan anti-spoofing untuk cegah kecurangan.
Sementara jika kebutuhan Anda lebih kompleks, kami menawarkan perangkat Xenus Intelligent Edge Analysis All-in-One Machine atau AI Box. Ini adalah perangkat berbasis AI yang berfungsi meningkatkan kinerja kamera keamanan menjadi lebih optimal dengan berbagai macam fitur, seperti face recognition, people counting, perimeter detection, apd detection, dan masih banyak lagi. Anda bisa mengaktifkan maksimal 3 fitur secara simultan sesuai dengan kebutuhan Anda. Jadi, Anda tidak perlu mengganti kamera, cukup tambahkan AI Box untuk membawa perangkat sistem CCTV Anda ke level lebih tinggi.
Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Berinvestasi Dalam Sistem Pengenalan Wajah
Saat memilih solusi sistem pengenalan wajah, organisasi harus mempertimbangkan bagaimana teknologi tersebut akan digunakan. Anda perlu memastikan teknologi ini akan memenuhi kebutuhan unik di organisasi sekaligus mendukung penggunaan yang bertanggung jawab.
Selain itu, Anda harus bertanya pada diri sendiri apakah infrastruktur yang ada saat ini sesuai untuk aplikasi pengenalan wajah. Apakah diperlukan perangkat keras atau pengganti untuk mendukung persyaratan kualitas gambar dasar.
Anda juga harus mempertimbangkan apakah integrasi yang ada perlu diperbarui atau dikonfigurasi ulang untuk mendukung kemampuan teknologi pengenalan wajah yang baru.
Baca juga: Yuk, Kenalan dengan AI Box CCTV Xenus! Solusi Cerdas Sistem Keamanan Dari Camarjaya
Kesimpulan
Dalam kasus dimana sistem pengenalan wajah tidak dapat dioperasikan secara efektif dan bertanggung jawab, upaya organisasi untuk menemukan atau mengidentifikasi orang akan terhambat, investigasi pun terhenti. Dalam kasus ini, organisasi akan mendapatkan manfaat dari analitik video komprehensif, yang menawarkan kemampuan pencarian dan peringatan video lainnya untuk memberikan hasil yang cepat dan akurat.
Berdasarkan teknik deep learning, analisis video canggih dapat mendeteksi, mengidentifikasi, mengekstrak, dan mengkatalog objek dalam rekaman video sesuai dengan kelas dan atribut seperti jenis kelamin, kemiripan penampilan, warna, ukuran, dan arah pergerakan. Fungsionalitas ini memungkinkan operator untuk mencari objek atau orang menggunakan filter seperti “pria berambut hitam dan kemeja lengan pendek merah berjalan ke arah selatan”
Dengan mengintegrasikan solusi analisis konten video yang komprehensif dan dapat diperluas yang mencakup sistem pengenalan wajah, organisasi dapat menikmati manfaat dari kedua solusi tersebut. Selain itu, organisasi juga dapat menerapkan teknologi sesuai izin dan kegunaannya untuk mengubah video menjadi data yang dapat dicari, ditindaklanjuti, dan diukur.
Hubungi tim kami untuk info lebih lanjut tentang perangkat pengenalan wajah Xenus, dan jadwalkan demonya hari ini juga, gratis.
Sumber:
https://blog.hidglobal.com/are-you-asking-right-questions-choosing-facial-recognition-system
https://www.linkedin.com/pulse/7-key-points-choosing-face-recognition-solution-vendor-ann-le-hvg1c
https://www.briefcam.com/resources/blog/choosing-the-right-face-recognition-solution-for-your-organization/
