PT. Camar Indah Jaya Perkasa

cctv bank

Rekomendasi Titik CCTV Bank dan Komponen Pendukungnya

Keamanan tentunya adalah prioritas utama untuk melindungi aset, data, dan kepercayaan nasabah dalam industri perbankan. Salah satu elemen penting dalam sistem keamanan bank adalah smart CCTV camera yang terintegrasi dengan sistem keamanan canggih. 

CCTV bank biasanya ditempatkan di posisi-posisi strategis agar bisa bekerja efektif. Dengan begitu, bank dapat mengurangi risiko tindak kejahatan. Berikut ini beberapa rekomendasi titik pemasangan dan beberapa komponen pendukungnya. Simak lebih lanjut!

Pentingnya CCTV dan Sistem Keamanan Terpadu di Bank 

Perlu diketahui, bank menyimpan berbagai informasi keuangan dan data pribadi nasabahnya. Maka dari itu, CCTV dan sistem keamanan terpadu berperan penting dalam menjaga data tersebut agar tidak disalahgunakan.

Adapun peran CCTV dalam bank bisa optimal dengan penggunaan Xenus Face Recognition Camera AICAM-BRC8. Mengapa begitu? Sebab perangkat ini bisa memberikan manfaat-manfaat berikut ini:

1. Mencegah Tindak Kejahatan 

Fungsi utama penggunaan CCTV bank adalah mencegah tindak kriminal. Kehadiran kamera keamanan yang mengarah langsung ke pengunjung akan menciptakan kesadaran bahwa setiap aktivitas sedang diawasi dan dapat ditindaklanjuti jika diperlukan. 

Ketika calon pelaku kriminal menyadari bahwa aksinya akan terekam oleh CCTV, mereka cenderung mengurungkan niatnya. Sebab, keberadaan barang bukti dapat meningkatkan risiko penangkapan dan memperburuk kondisi kehidupan mereka. 

Tak hanya itu, khusus untuk CCTV yang didukung oleh teknologi AI kini juga memiliki fitur yang dapat memberi peringatan (alarm) ketika terdapat seseorang memasuki area yang dibatasi atau menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Fitur ini dikenal dengan sebutan area intrusion detection.

Dengan begitu, petugas keamanan dapat dengan segera mengambil tindakan dan potensi tindakan kriminal pun bisa dicegah.

2. Memberikan Bukti Investigasi 

Ketika terjadi penyelidikan kriminal yang melibatkan bank, sistem CCTV bank dapat membantu pihak kepolisian dan petugas keamanan dalam mengumpulkan bukti investigasi. Pada kasus tertentu, rekaman video CCTV bahkan bisa membantu mengidentifikasi pelaku kejahatan. 

Dengan bukti yang kuat, proses penegakan hukum pada pelaku kriminal dapat dilakukan secara lebih efektif. Pada akhirnya, ketersediaan bukti kriminal yang kuat dan mudah diakses berkontribusi dalam menekan tingkat kejahatan.

Seperti yang telah disebutkan di awal, manfaat ini bisa diperoleh melalui pemasangan CCTV Face Recognition. Pasalnya, perangkat jenis ini dapat mengenali fitur wajah seseorang, meskipun tengah menggunakan aksesoris seperti topi, kacamata, dan masker.

Ketika dibutuhkan untuk melacak wajah seseorang, perangkat ini dapat memberikan hasil analisis atau laporan terkait CCTV mana saja yang menangkap wajah tersebut. 

3. Mempermudah Pengawasan Operasional 

Sistem keamanan CCTV memungkinkan bank untuk mengawasi seluruh aktivitas di semua cabang. Dengan video CCTV real-time dari masing-masing cabang, manajer tingkat tinggi dapat mengaudit keamanan secara jarak jauh dan berkoordinasi lebih lanjut jika diperlukan.

Selain itu, proses operasional bank, seperti kinerja mesin ATM, sering kali mengalami gangguan. Dengan pengawasan yang efektif, masalah teknis menjadi mudah diidentifikasi dan diselesaikan secara cepat sehingga potensi masalah lain bisa dicegah. 

4. Meningkatkan Kepercayaan Nasabah 

Ketika membawa uang tunai dalam jumlah banyak, nasabah mungkin merasa cemas saat mengunjungi bank dan menyerahkan uang tersebut. Dengan adanya CCTV bank, mereka akan merasa lebih aman dan percaya terhadap sistem keamanan yang telah diterapkan.

Selain itu, bank juga dapat meningkatkan kepercayaan nasabah melalui evaluasi pengalaman pelanggan. Melalui rekaman CCTV, pihak manajerial dapat memantau apakah interaksi antara nasabah dan pegawai berjalan dengan lancar sehingga kepuasan pelanggan tetap terjaga. 

Baca juga: Smart CCTV Face Recognition: Pengertian dan Penerapannya

Rekomendasi Area Pemasangan CCTV Bank 

Bank memiliki beberapa titik yang rawan terjadi kejahatan seperti teller, area parkir, dan ruang ATM. Untuk menjaga keamanan bank secara optimal, CCTV sebaiknya dipasang pada area-area berikut ini: 

1. Area Teller dan Kasir 

Sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam mengelola transaksi tunai, area teller dan kasir juga perlu dilengkapi CCTV. Tanpa sistem keamanan yang memadai, uang tunai berisiko untuk dicuri, baik itu oleh teller, nasabah, maupun pihak luar. 

Oleh karena itu, bank harus memiliki sistem pengawasan yang jelas pada setiap proses transaksi tunai. Selain meningkatkan keamanan, pemasangan CCTV juga membantu memastikan pengalaman pelanggan yang baik selama transaksi berlangsung. 

2. Pintu Masuk dan Keluar 

Pemasangan CCTV bank di area ini bertujuan untuk merekam wajah, ciri fisik, dan model pakaian dari setiap individu yang memasuki bank. Selain itu, kamera di area ini biasanya lebih mencolok dibanding area lain sehingga dapat membantu mencegah potensi tindak kriminal. 

Di luar aspek keamanan, CCTV ini juga memungkinkan bank untuk menghitung jumlah pengunjung pada periode tertentu. Data tersebut dapat dimanfaatkan lebih lanjut, seperti mengidentifikasi waktu dengan tingkat kunjungan tertinggi atau menghitung conversion rate.

3. Ruang ATM 

ATM adalah area yang sering menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. Mereka bisa saja membobol ATM, merampok orang yang sedang bertransaksi di ATM, atau melakukan skimming kepada nasabah. 

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, bank perlu memasang CCTV yang dapat merekam dengan jelas tampilan fisik pengguna ATM serta area di sekitarnya. Dengan demikian, nasabah merasa lebih aman saat bertransaksi tunai di ATM. 

4. Area Parkir 

Area parkir bisa saja menjadi tempat dari berbagai risiko kejadian yang tidak diinginkan, seperti tabrakan, perampokan, vandalisme, dan insiden lainnya. Ketika hal tersebut terjadi, nasabah, karyawan, dan pengunjung bank berpotensi menjadi korban.

Dalam situasi tersebut, CCTV bank di area parkir bisa menjadi bukti objektif untuk membantu menentukan pihak yang bertanggung jawab. Selain itu, sistem keamanan yang baik di wilayah parkir juga diharapkan dapat mengurangi niat pelaku kriminal untuk melakukan aksinya. 

5. Ruang Arsip dan Data 

Ruang arsip dan data berfungsi untuk menyimpan informasi penting, baik secara digital maupun fisik. Untuk memastikan bahwa hanya pihak tertentu yang dapat masuk ke dalam ruangan, CCTV bank perlu dipasang. 

Jika terdapat upaya penyusupan ke dalam ruangan, sistem harus mampu merekam kejadian secara jelas dan mengaktifkan alarm keamanan. Dengan demikian, keamanan arsip dan data dapat terjaga secara optimal. 

Komponen Pendukung Sistem Keamanan Bank 

Sistem keamanan bank terdiri dari beberapa komponen yang saling bekerja sama sehingga segala tindak kejahatan yang mungkin terjadi dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara cepat. Berikut merupakan beberapa daftar komponennya:

1. Sistem Alarm Keamanan 

Sistem alarm keamanan berfungsi untuk mendeteksi ancaman melalui sensor suara atau sensor asap. Ketika hal yang mencurigakan terjadi, seperti suara kaca pecah, suara pembobolan pintu, atau asap kebakaran, alat ini akan mengaktifkan suara alarm. 

Sistem alarm ini dapat terintegrasi dengan CCTV bank untuk memantau kondisi di area sekitar. Dengan mendeteksi ancaman keamanan sejak dini dan memberikan peringatan cepat, komponen ini berperan dalam menjaga keamanan bank secara lebih komprehensif.  

2. Backup Rekaman CCTV 

Untuk memastikan bahwa rekaman CCTV bank tidak hilang karena kerusakan sistem maupun kesalahan teknis, proses backup perlu dilakukan. Proses ini dapat dilakukan dengan bantuan software, server, dan tempat penyimpanan yang memadai. 

Di perangkat tertentu, backup data dapat dilakukan secara otomatis dalam periode tertentu. Oleh karena itu, untuk mencegah risiko kehilangan data, pemilihan CCTV dengan sistem backup data otomatis adalah solusi yang tepat. 

3. Access Control 

Access control adalah komponen yang berfungsi untuk mengelola daftar pihak yang dapat mengakses sistem. Contohnya, teller hanya diberikan akses untuk mengelola transaksi harian. Sedangkan, manajer dapat mengakses data dan sistem keamanan yang lebih luas.  

Pembatasan otoritas tersebut bertujuan untuk mencegah akses tidak sah serta mengurangi risiko kejadian yang tidak diinginkan. Dengan menerapkan komponen ini pada sistem keamanan, bank dapat memberikan pelayanan kepada nasabah secara aman. 

Baca juga: Fungsi Access Control Security dan Contoh Implementasinya

Selalu Pilih Solusi Keamanan Terbaik untuk Bank Anda!

Keamanan di lingkungan bank adalah hal yang sangat penting untuk memastikan kenyamanan nasabah dan staf. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan keamanan adalah dengan memasang sistem CCTV bank yang terintegrasi dengan sistem keamanan lainnya.

Dengan CCTV bank dan sistem keamanan yang baik, aktivitas di area bank dapat dipantau secara real-time. Bank akan terasa lebih aman dan nyaman untuk digunakan bagi semua kalangan.

Untuk itu, Camarjaya menyediakan CCTV system dan komponen-komponennya yang cocok untuk kebutuhan bank, mulai dari access control, alarm, smart lock door,  hingga backup rekaman CCTV. Berbagai teknologi canggih ini akan semakin memperkuat keamanan bank. 

Jadi, jangan ragu untuk meningkatkan keamanan bank Anda dengan solusi terbaik dari Camarjaya. Segera hubungi kami untuk dapatkan konsultasi lebih lanjut!

Baca juga: Ini 10 Teknologi CCTV Canggih, Ada AI Smart Analytics

Bagikan artikel ini ke:

Dapatkan Dukungan

Ada Pertanyaan? Yuk, Hubungi Kami!

*Customer service tersedia selama 24 jam